Mengkontrol dan mendisiplinkan sopir tidaklah mudah, banyak
faktor eksternal dan internal yang mempengaruhi. Faktor internal seperti
penghasilan yang tidak cukup, pendidikan kurang tinggi, gaya hidup yang diluar
batas kemampuan (cicilan motor besar dengan kondisi anak masih membutuhkan
biaya untuk sekolah, rokok merek mahal, dll). Bukan bermaksud merendahkan,
namun hendaknya lebih bijaksana untuk menyesuaikan pendapatan dan pengeluaran
karena tidak ada kata cukup bagi semua manusia di bumi.
Faktor eksternal seperti hasutan dan provokasi
teman, kondisi di jalan yang macet dan sering bertemu petugas pemeriksaan di
jalan, ditambah lagi untuk supir niaga mobilitas lebih tinggi, makan di warung,
tidur di mobil dan mck di pom bensin membuat tingkat stress kerja sangat
tinggi.
Solusi dapat dilakukan dengan cara tradisional maupun
modern.
Pendekatan tradisional seperti kekeluargaan (mengadakan
acara pengajian, syukuran, memberikan ang pao pada acara penikahan, dll),
memberikan pendekatan seperti orang tua dan anak dalam mendidik. Ada kalanya
sang ayah harus berani mengusir anak tersebut apabila sudah keterlaluan. Pelatihan
“driver management”. Tidak ada perserikatan dan uang lembur. Gaji di atas umr
sedikit karena tidak ada lembur, pencatatan tanggal pembelian accu dengan
spidol permanen, ada nomor keluarga yang dapat dihubungi, kehilangan berurusan
dengan pihak berwajib atau ganti rugi, dll
Pendekatan modern seperti bensin menggunakan kartu flazz dan
toll menggunakan emoney, menggunakan GPS
tanpa sepengetahuan supir supaya tidak dirusak, rekaman cctv dalam box untuk
control barang masuk keluar box, rekaman operasional kendaraan.
Selain pendekatan diatas, leadership/ gaya kepemimpinan dan
budaya organisasi yang anda bangun sangatlah menentukan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar