Jumat, 19 Mei 2017

Solusi pendisiplinan sopir





Mengkontrol dan mendisiplinkan sopir tidaklah mudah, banyak faktor eksternal dan internal yang mempengaruhi. Faktor internal seperti penghasilan yang tidak cukup, pendidikan kurang tinggi, gaya hidup yang diluar batas kemampuan (cicilan motor besar dengan kondisi anak masih membutuhkan biaya untuk sekolah, rokok merek mahal, dll). Bukan bermaksud merendahkan, namun hendaknya lebih bijaksana untuk menyesuaikan pendapatan dan pengeluaran karena tidak ada kata cukup bagi semua manusia di bumi.

Faktor eksternal seperti hasutan dan provokasi teman, kondisi di jalan yang macet dan sering bertemu petugas pemeriksaan di jalan, ditambah lagi untuk supir niaga mobilitas lebih tinggi, makan di warung, tidur di mobil dan mck di pom bensin membuat tingkat stress kerja sangat tinggi.

Solusi dapat dilakukan dengan cara tradisional maupun modern. 

Pendekatan tradisional seperti kekeluargaan (mengadakan acara pengajian, syukuran, memberikan ang pao pada acara penikahan, dll), memberikan pendekatan seperti orang tua dan anak dalam mendidik. Ada kalanya sang ayah harus berani mengusir anak tersebut apabila sudah keterlaluan. Pelatihan “driver management”. Tidak ada perserikatan dan uang lembur. Gaji di atas umr sedikit karena tidak ada lembur, pencatatan tanggal pembelian accu dengan spidol permanen, ada nomor keluarga yang dapat dihubungi, kehilangan berurusan dengan pihak berwajib atau ganti rugi, dll 

Pendekatan modern seperti bensin menggunakan kartu flazz dan  toll menggunakan emoney, menggunakan GPS tanpa sepengetahuan supir supaya tidak dirusak, rekaman cctv dalam box untuk control barang masuk keluar box, rekaman operasional kendaraan. 

Selain pendekatan diatas, leadership/ gaya kepemimpinan dan budaya organisasi yang anda bangun sangatlah menentukan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar